TV One, Operator Liga 1 Gojek Traveloka
Penayangan
langsung pertandingan sepak bola Indonesia menjadi catatan tersendiri
jelang akhir musim Liga 1 Gojek Traveloka. Seperti kita ketahui, TV One
merupakan satu-satunya siaran televisi yang berhak menayangkan Liga 1
Gojek Traveloka.
Kritik terhadap penentuan jadwal siaran langsung
banyak dilontarkan oleh klub-klub di luar Jawa, terutama PSM Makassar.
Kritik mulai memanas ketika laga penting derby Indonesia Timur,
Persipura versus PSM Makassar, tidak mendapat jatah siaran langsung
(bolalob.com, 28/9/17). Padahal, laga ini merupakan salah satu penentu
juara musim ini. Persipura dan PSM Makassar merupakan penghuni papan
atas yang menyajikan permainan-permainan di atas rata-rata.
Laga
Persipura vs PSM Makassar bahkan tidak mendapat siaran streaming via
Youtube. Lucunya, laga ini malah disiarkan stasiun radio RRI.
Zaman sekarang mendengarkan pertandingan sepak bola lewat radio? Tragisnya, pada saat bersamaan, TV One hanya menyiarkan Liga 2 (tribunnews.com, 26/9/17).
Puncak
keanehan terjadi ketika Bhayangkara FC menjamu PSM Makassar. Dua klub
ini adalah raksasa penghuni 3 besar klasemen. Namun, tragis,
pertandingan tersebut tidak disiarkan langsung televisi, dan hanya dapat
disaksikan lewat streaming Youtube. Celakanya, pada saat bersamaan, TV
One justru menayangkan siaran ulang Bali United versus Arema FC.
Seberapa penting siaran ulang dengan siaran langsung pertandingan
Bhayangkara versus PSM?
Sumber: bolasport.com
Pemain
PSM asal Belanda, Mark Klok, pun melontarkan sindiran sebelum laga
berlangsung, bahwa tidak tayangnya pertandingan Bhayangkara versus PSM
Makassar adalah sebuah lelucon (bolasport.com, 18/10/17). Bagaimana
mungkin pertandingan penentu juara ini tidak mendapat tempat di hati
operator televisi? Mengapa siaran ulang Bali United ditayangkan?
Pemilihan
siaran langsung sejauh ini hanya mempertimbangkan aspek: 1) Rating.
Klub dengan rating tinggi karena memiliki wilayah dengan penduduk
banyak, seperti Persib dan Persija, selalu menjadi idola operator
televisi. 2) Infrastruktur televisi. Operator televisi seperti tidak
siap melakukan siaran langsung di daerah-daerah, seperti di Papua
(Perseru Serui dan Persipura).
Klub-klub sepak bola memang selalu
berharap agar pertandingan mereka disiarkan langsung. Hal ini menjadi
salah satu keuntungan untuk tambahan finansial para klub. Operator
televisi idealnya mempertimbangkan asas keadilan dalam pemilihan siaran
langsung.
Selain keadilan antarkelas klub, juga keadilan
antarwilayah. Operator televisi harusnya bisa adil dalam menayangkan
klub-klub di Jawa dan di luar Jawa. Sejauh ini, kesan yang kuat ialah
televisi hanya suka menayangkan klub-klub di Jawa dengan jumlah penonton
yang banyak. (Catatan: Bhayangkara FC memang berada di Jawa, namun
sayang pendukungnya sedikit, hanya perwira polisi).
Dan sebagai
konsekuensi atas prestasi, klub-klub penghuni papan atas harusnya
menjadi pilihan pertama. Demi hiburan yang menarik bagi masyarakat.
Sumber
ADS HERE !!!